Rabu, 31 Mei 2017

Ilmu Komunikasi Islam Bagian Pertama



Komunikasi islam
BAB 1

   1.      Definisi komunikasi

Istilah komunikasi berasal dari bahasa inggris communication. Di antara arti komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi di antara indufidu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku. Komunikasi juga diartikan sebagai cara untuk mengomunikasikan ide dengan pihak lain, baik dengan berbincang-bincang, berpidato, maupun melakukan korespondensi.

Dalam bahasa arab sendiri, komunikasi sering menggunakan istilah tawashul dan isttishal.

Tawashul artinya adalah proses yang dilakukan oleh dua pihak untuk saling bertukar informasi sehingga pesan yang disampaikan dipahami atau sampai kepada dua belah pihak yang berkomunikasi.

Ittishal adalah melakukan cara yang terbaik dan menggunakan sarana yang terbaik untuk memindahkan informasi,makna,rasa, dan pendapat kepada pihak lain dan mengaruhin pendapat mereka serta meyakinkan mereka dengan apa yang inginkan apakah dengan menggunakan bahasa atau dengan yang lain.

   2.      Definisi Islam

Kata islam dalam buku al-Ta’rifat karya al-jurjani diartikan sebagai kerendahan dan ketundukan terhadap apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Saw. Makna islam menurut al-jurjani ini mengacu kepada makna bahasa. Abdul karim zaidan dalam ushul al-dakwah memaparkan banyak sekali definisi tentang islam. Di antara salah satu definisi islam menurut beliau yaitu:

Islam adalah bersyahadat bahwa tiada tuhan selain allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan sholat, menunaikan jakat, berpuasa ramahdan, dan menunaikan ibadah haji, sebagaimana yng terdapat dalam hadis jibril. Ketika rasulullah ditanya jubril tentang islam

   3.      Makna Komunikasi Islam

Berdasarkan informasi dari Al-Qur’an dan As-Sunnah ditemukan bahwa komunikasi islam adalah komunikasi yang berupaya untuk membangun hubungan dengan diri sendiri,dengan sang pencipta, serta dengan sesama untuk menghadirkan kedamaian, keramahan dan keselamatan buat diri dan lingkungan dengan cara tunduk degan perintah allah dan Rasul-nya


Ruang Lingkup Kajiaan Komunikasi Islam

Objek kajian ilmu komunikasi islam terdiri dari tiga paket kajiaan yang tidak bisa di pisahkan antara satu dengan yang lainnya. Tiga paket kajian itu adalah komunikasi manusia dengan allah, komunikasi manusia dengan diri sendiri, dan komunikasi manusia dengan orang lainnya

Manfaat Mempelajari Ilmu Komunikasi Islam

Kehadiran Ilmu Komunikasi Islam bertujuaan untuk membimbing kaum muslimin secara khusus dan membantu manusia secara umum agar mampu membangun komunikasi kepada, pencipta mereka, diri sendiri dan kepada sesamaberdasarkan prinsip-prinsip islam. Dengan panduaan agama, maka komunikasi berjalan sesuai alur yang di tentukan oleh allah swt.


BAB 2

SUMBER-SUMBER KOMUNIKASI ISLAM

   1.      Al-Qur’an

Definisi Al-Qur’an

Al-Qur’an ditijau dari segi etimologis merupakan bentuk mashdar dari kata qara’a – yaqra’u – qira’atan – wa qur’anan. Kata qara berarti menghimpun dan menyatukan. Jadi  menurut bahasa. Al-Qur’an adalah himpunan hurup-hurup dan kata-kata yang menjadi satu ayat, himpunan ayat-ayat menjadi surat, himpunan surat menjadi mushaf Al-Qur’an. Selain memiliki makna menghimpun, Al-Qur’an dengan akar kata qara’a, bermaknah tilawah atau membaca.

Secara Terminologi

Firman Allah Swt yang menjadi mukjizat abadi ke pada rasulullah yang tidak mungkin bisa di tandingi oleh manusia, diturunkan kepada Rasulullah saw yang tertulis dalam mushaf, diturunkan ke henerasi berikutnya secara mutawatir, ketika dibaca bernilai ibadah dan berpahala besar.

    2.      Fungsi Al-Qur’an

    1.      Al-Qur’an sebagai Huda (petunjuk)Al-Qur’an seolah-olah seperti GPS yang berfungsi memandu manusia dalam perjalanan mengarungi kehidupan agar sampai ketujuan dengan selamat.

Fungsi Al-Qur’an sebagai petunjuk disebut banyak  sekali dalam Al-Qur’an. Allah berfirman :
Artinya ,( sesungguh nya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (Qs.Al-Israa(17) : 9)

Sejak berada dalam kandungan, di saat usia manusia berumur empat bulan, manusia sudah berkomunikasi dengan allah sang penciptanya. Inti dari komunikasi ini adalah mengenalkan kepada semua munusia yang akan hidup di bumi bahwa yang menciptakan, memelihara dan memperhatikan mereka sejak dalam kandungan sampai mereka meninggal adalah rabb tuhan mereka. Manusia yang ada dalam rahim ibunya itu pun menyatakan bahwa mereka mengakui keberadaan robb dan perannya dalam mengatur segala urusan mereka. Komunikasi perdana ini disebutkan oleh allah dalam Al-Qur’an ( Qs. Al-a’raaf(7) : 172)

Setelah manusia lahir di dunia, mereka bukan lah salah satunya yang hidup di bumi, tetapi banyak orang lain yang sudah lebih dulu berada di bumi, yang juga berasal dari keluarga besar mereka. Selain itu allah juga memerintahkan agar kita (manusia) membangun komunikasi dengan keluarga mereka. Membangun komunikasi dengan pihak keluarga dai dalam islam dikenal dengan istilah silatuhrahmi.

Dalam berkomunikasi antar manusia ada hal yang harus kita prioritaskan dalam berbicara terutama berbicara pada kedua orang tua, kita  diminta agar berkata santun, tidak boleh kasar, merendahkan diri kepada keduanya, dan mendoakan keduanya agar selalu di ampuni allah dan selalu mendapatkan rahmat darinya.

Allah berfirman dalam (Qs. Al-Israa(17) : 23-24)
Selain itu ada lagi komunikasi dengan keluarga dekat, kerabat, orang-orang terdekat, baik anak-anak yatim dan orang-orang miskin yang berada didekat kita. Allah swt berfirman (Qs. An-Nisaa(4) : 36)            
Bahkan allah menyatakan bahwa di antara tujuan keberadaan manusia di muka bumi ini adalah untuk saling membangun komunikasi dengan seluruh manusia, tanpa membedakan ras, suku, warna kulit, bangsa dan lain-lainnya. Allah swt Berfirman (Qs. Al-Hujurat(49) : 13

Ayat di atas jelas sudah bahwa bagaimana Al-Qur’an memandu manusia dalam membangun komunikasi dengan Allah sang pencipta mereka dan dengan sesame sejak sebelum lahir di muka sampai mereka eksis sebagai manusia.

   2.      Al- Qur’an sebagai Furqan

Selain sebagai petunjuk, Al-Qur’an juga memiliki sifat Al-Furqan (pembeda).

Al-qur’an sebagai al-furqan menunjukan kepada manusia mana yang baik mana yang tidak baik, mana yang halal mana yang haram. Allah berfirman (Qs.al-baqarah (2) : 185 ) yang artinya : (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan rahmadan, bulan yang dalam-nya diturunkan(permulaan) Al-Qur’an sebagai petetunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai pentunjuk itu dan pembela (antara yang hak dan yang bathil)

Di antara kekhasan islam dalam ilmu komunikasi islam adalah : menyakini bahwa komunikasi adalah bagian dari komunikasi kepada allah, bukan sekedar untuk kepuasan diri dan menyenangkan orang lain. Seseorang muslim harus meniatkan perbuatan baiknya untuk ibadah, karena tugas utama keberadaan manusia dimuka bumi ini untuk beribadah, Allah berfirman : (Qs. Al-Bayyinah (98) : 5) yang artinya : padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan demikian itulah agama yang lurus.

Dengan keyakinan ini membuat mukmin menjadi bersemangat dalam membangun komunikasi yang pasitif dan takut melakukan tindakan yang merusak.

 Pesan-pesan yang baik ( kalimat thayyibah) yang disampaikan seseorang memiliki kekuatan yang menembus relung hati manusia bahkan membuahkan hasil yang menakjubkan. Allah berfirman (Qs. Ibrahim (14) : 24)

   3.      Al-Qur’an sebagai syifa

Syifa artinya obat. Sakit biasanya disebabkan oleh bertemunya dua faktor pada diri seseorang ; faktor melemahnya kondisi tubuh dan adanya faktor pemici dari diri seseorang, seperti perubahan kondisi alam dan menularnya wabah penyakit. Sebagaimana tubuh hati juga akan mengalami sakit oleh dua kondisi diatas. Jika iman sedang lemah dan godaan diluar besar, biasanya hati akan hancur lebur.
Rasulullah SAW menjamin bahwa allah tidak akan menurunkan suatu penyakit di muka bumi ini kecuali menurunkan juga obatnya. Salah satu obat yang allah persiapkan untuk manusia adalah Al-Qur’an. Fungsi Al-Qur’an sebagai obat terdapat dalam firman allah swt : (Qs.yunus (10) : 57) yang artinya : “ hai manusia, sesungguhnya telah datang kedapamu pelajaran dari tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”.

Di antara faktor luar yang membuat manusia sakit adalah faktor komunikasi. Komunikasi yang tidak baik akan melukai hati, menyebabkan permusuhan dan pertumpahan darah. Adapun perkatan yang indah membuat suasana menjadi damai, mengobati hati yang terluka dan menjadi penyebab terjalinnya suasana kekerabatan dan persaudaran yang kukuh.
4.      Al-Qur’an sebagai Rahmat

Di antara bentuk kasih saying Allah yang paling besar kepada manusia adalah diturunkannya Al-Qur’an . Allah swt Berfirman : (Qs.Ar-rahman(55) : 1-2) yang artinya : “(tuhan) yang maha pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an “

Kata rahmah, marhama, dan rahum mengandung beberapa pengertian, di antaranya dipakai untuk makna kelembutan(riqqah), empati (ta’aththuf), memberikan maaf (maghfirah), penyayang (hanan), kenabian, rezeki, dan lokasi yang subur.

Rahmat adalah lawan kata dari mudarat dengan  segala jenis bentuknya. Rahmat adalah salah satu sifat allah yang paling menonjol. Dia selalu mengedepanka sifat ini dari sifat lainnya dalam memilih, menetapkan, dan memproritaskan semua perkara. Tentang hakikat ini allah swt berfirman : (Qs. Al- an’am(6) : 12) yang artinya : “katakanlah : kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan dibumi.”katakanlah : kepunyaan allah “ dia telah menetapkan atas dirinya kasih sayang.”

Ayat-ayat yang Tekait dengan Komunikasi

Berikut ini beberapa yang terpenting yang terkait dengan komunikasi yang perlu dirujuk maknanya secara mendalam dalam kitab-kitab tafsir diatas.

1.      Ayat tentang hiwar dan jidal
Qs.Al-Mujaadilah(58) : 1

2.      Ayat tentang Bayan
Qs.ar-rahman (55) : 1-4

3.      Ayat tentang Tadzkir
Qs.Al-A’la (87) : 9

4.      Ayat tentang Tabligh
Qs.Al-Maidah (5) : 67

5.      Ayat tentang Basyra
Qs.yunus (10) : 62-64

6.      Ayat tentang Indzar
Qs.ar.Ra’d (13) : 7

7.      Ayat tentang Ta’aruf
Qs.al-Hujurat(49) : 13

8.      Ayat tentang Tawashib
Qs.Al-Baqarah(2) : 133

As-Sunnah

Selain Al-Qur’an, kita juga dianugrahi panduan teknis bagaimana melaksanakan panduan umum yang terdapat dalam Al-qur’an. Panduan teknis itulah yang disebut dengan As-sunnah. Untuk menjelaskan panduan teknis tersebut allah mengutus Rasulullah SAW. (QS. An-Nahl(16) : 64)

Definisi As-Sunna

Ulama hadist sepakat bahwa arti dasar kata As-Sunnah yang berkaitan erat dengen Hadis berkisar pada dua makna berikut :

1.      Al-Sirah au al-Thariqah, Hasanah am sayyiah. Sirah dan thariqah yang berarti jalan pun  yangkehidupan atau metode, yang baik ataupun yang buruk.

2.      Al-Thariqah al-mahmudah al-mahmudah al-mustaqimah al-thariqah al-mahmudah al-mustaqimah, yaitu jalan kehidupan atau metode

Pada dasarnya makna keduanya sama, tidak ada perbedaan signifikan, makna pertama adalah makna yang umum mencangkup segala bentuk jalan kehidupan, cara atau metode yang baik ataupin yang buruk. Adapun makna kedua memiliki pengkhususan hanya pada hal-hal yang bersifat baik dan terpuji saja.

Dalam terminologi muhadditsin as-sunnah di definisikan sebagai berikut :
Sesuatu yang didapat oleh Nabi saw baik berupa perkataan,persetujuan, dan sifat jasmani atau prilaku, serta sirah beliau sebelum atau sesudah di utus

Fungsi Sunnah

Fungsi sunnah adalah sebagai tafsir bagi Al-Qur’an, mengungkap rahasia yang dikandungnya, dan menjelaskan kehendak allah SWT dalam peritah-perintahnya atau larang-larangannya.
Imam al-darimi meriwayatkan bahwa Al’Awza’I, Makhul, dan Yahya bin Katsir berkata :
Al-Qur’an lebih memerlukan sunnah dari sunnah memerlukan Al-Qur’an. As-sunnah berfungsi membuat ketetapan terhadap Al-Qur’an, Tetapi tidak sebaliknya, Al-Qur’an tidak bisa menetapkan keputusan terhadap sunnah.

3.      Kitab-kitab Para Ulama

Kitab yang sangat bermanfaat untuk di jadikan sumber dan referensi adalah :

1.      Kitab Ihya Ulumuddin.

2.      Minhaj al-Qashidin.

3.      Riyadhus Shalihin.

4.      Kitab Afat al-Lisan fi Dhau Al-Qur’an wa As-Sunnah, karya said bin ali bin wahf al-qahthani.

5.      Adab al lisan karya Abu Anas Majid al-Nabkani.

4.      Ilmu komunikasi

Menurut berger & chafee(1987) menyatakan bahwa ilmu komunikasi adalah suatu pengamatan terhadap produksi,proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambing melalui pengembangan teori-teori yang dapat diuji dan digeneralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan produksi, proses, dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambing.

1.      Objek pengamatan yang jadi fokus perhatian dalam ilmu komunikasi

2.      Ilmu komunikasi bersifat ilmiah empiris

3.      Ilmu Komunikasi bertujuan menjelaskan fenomena social.


BAB 3
.
A.    KONSEP DASAR ILMU KOMUNIKASI ISLAM

1.      Komunikasi Ada Sejak Manusia Ada
Adam adalah manusia pertama yang diciptakan allah di muka bumi. Sejak awal keberadaan, allah sudah menyiapkan untuk adam perangkat-perangkat yang memungkinkannya untuk berkomunikasi perangkat itu adalah lidah dan segala pendukungnya, pendengaran, penglihatan dan hati. Allah menciptakan fuad(hati) agar manusia bisa berfikir dan merasa serta bisa berkomunikasi dengan-nya allah SWT berfirman (QS.Q As-Sajdah(32) : 7-9
Komunikasi pertama yang allah ajarkan kepada adam adalah Asma(kosakata). Lalu setelah itu ,Adam di perintahkan oleh allah untuk mengerjakan kepada para malaikat kosakata yang telah diajarkan kepadanya. Allah berfirman : Qs.Al-Baqarah (2): 31-33

Yang artinya: dan dia mengajarkan kepada adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, “sebutkanlah kepadaku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!” mereka menjawab: “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya engkaulah yang mahamengetahui lagi mahabijaksana”.

Allah berfirman : hai adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini,maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, allah berfirman,”bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya aku mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

2.      Komunikasi Terkait dengan Pandangan  Islam Terhadap Manusia

Dalam pandangan islam, manusia adalah makhluk empat dimensi: sebagai makhluk allah, sebagai diri sendirim, sebagai makhluk yang hidup dengan sesama, dan sebagai makhluk yang hidup di alam semesta.

a.       Sebagai makhluk allah, manusia memiliki ketergantungan dengan penciptanya, harus mengabdi dan melaksanakan segala perintahnya.

b.      Sebagai diri (nafs), manusia adalah makhluk yang memiliki dua dimensi, baik dan jahat, dan mereka bergulat dengan dua kekuatan ini.

c.       Sebagi makhluk social manusia tidak mungkin hidup menyendiri dan memisahkan diri dari komunitasnya.

d.      Munisia tidak bisa mengelak untuk berinteraksi dengan makhluk selain manusia yang ada di muka bumi.

3.      Komunikasi Adalah Kebutuhan Dasar Hidup Manusia

Dalam bukunyan motivation and personality, maslow menyatakan bahwa manusia memiliki lima kebutuhan yang berjenjang. Lima jenjang kebutuhan pokok manusia menurut beliau dijelaskan sebagai berikut:

a.       Kebutuhan Mempertahan Hidup

b.      Kebutuhan Rasa Aman

c.       Kebutuhan Sosial

d.      Kebutuhan Akan Penghargaan/prestise

e.       Kebutuhan Mempertinggi Kapasitas Kerja

4.      Komunikasi Adalah Wujud Dari Kasih Sayang Allah Terhadap Manusia

Salah satu contoh kasih sayang allah kepada manusia adalah Rahmat
Rahmat adalah lawan kata dari mudarat dengan segala jenis bentuknya dan merupakan salah satu sifat allah yang paling menonjol.

Salah satu dari bentuk realisasi kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya dalam komunikasi adalah dengan memberikan kesempatan bertobat dan mengevaluasi diri setiap hari selama dua puluh empat jam nostop.

Bentuk kasih sayang lainnya dari Allah lewat Rasul-Nya adalah melarang manusia untuk tidak saling komunikasi lebih dari tiga hari jika didasarkan atas dasar kebencian.  Dalam islam, perbuatan tidak menegur sesama manusia selama tiga hari dengan alas an dendam hukumnya haram.

5.      Komunikasi Bertujuan Untuk Saling Mengenal Antar Manusia Buat Mewujudkan Semangat Takwa

6.      Komunikasi bertujuan untuk menebar semangat silm (Kedamaiandan kenyamanan)

7.      Komunikasi adalah paket

Hati, lisan, dan anggota tubuh. Apa yang diucapkan oleh lisan bersumber dari hati dan akan diterapkan oleh anggota tubuh.

8.      Komunikasi memiliki efek dunia dan akhirat

Jadi kita harus memiliki sikap selektif. Karena komunikasi memiliki pengaruh yang besar
maka kita perlu berfikir terdahulu sebelum berkomunikasi, apakah membawa dampak positif atau malah membawa dampak negatif terhadap kita maupun orang lain.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar